MAJLIS Al-Malikul Haqqul Mubin,
Bismillahir rahmaanir rahiim, Al-Malikul Haqqul Mubin, Ilmil Qur'an ( Rahasia di dalam Rahasia ) Email : hermanmaulanasidik@gmail.com
Senin, 25 Oktober 2021
Senin, 30 April 2018
PAHAM AL-FATIHAH
Audzubillaahi minan naari wa min syarril kuffaari wa min godobil jabbaari,
Al idzatu lillahi walirosuulihi walill mu'miniin.
Assalamualaikum alaikum wa'rohmatullahi wa'barokatuh
Al idzatu lillahi walirosuulihi walill mu'miniin.
Assalamualaikum alaikum wa'rohmatullahi wa'barokatuh
PAHAM AL-FATIHAH
BISMILLAHIRRACHMANIRRACHIM
Adapun yang dinamakan : PAHAM AL-FATIHAH, itu
sebagai berikut
1. ALHAMDU LILLAHI, RABBIL ‘AALAMIIN :
1. ALHAMDU LILLAHI, RABBIL ‘AALAMIIN :
Ya Muhammad,
sembahyangmu itu aku jua memuji diriku.
Ya Muhammad, aku tahu lahir bathinmu.
2. ARRACHMAA’NIR RACHIIM :
2. ARRACHMAA’NIR RACHIIM :
Ya Muhammad, yang membaca fatihah itu,aku jua memuji diriku.
3. MALIKI YAUMID DIN :
3. MALIKI YAUMID DIN :
Ya Muhammad, engkau jua ganti pekerjaanku,karena engkau tiada lain Aku.
4. IYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTAIN :
4. IYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTAIN :
Ya Muhammad, tiada yang sembahyang hanya aku dan yang
ghaib Aku jua kerja sendirian.
5. IHDINAS SYIROOTOL MUSTAQIIM :
5. IHDINAS SYIROOTOL MUSTAQIIM :
Ya Muhammad, tiada yang mengetahui akan daku,hanya engkau
jua.
6. SYIROOTOLLADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM :
6. SYIROOTOLLADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM :
Ya Muhammad,
sesungguhnya karenamu sekalian yang ada.
7. GHOIRIL MAGDHUU BI’ALAIHIM , WALADHOOOLLIIN :
7. GHOIRIL MAGDHUU BI’ALAIHIM , WALADHOOOLLIIN :
Ya Muhammad, tiada aku marah Aku kasih padamu dan Sekalian
umatmu. Aku mengatakan Rahasiaku padamu, dan engkau Katakan rahasiamu pada
sekalian umatmu.
Ya Muhammad, jika tiada engkau kekasihku, maka tiada. RahasiaKU sekaliannya padamu.
AAMIIN :Ya Muhammad, engkau ganti Rahasiaku, Allah nama bagi Dzat Tuhan yang qadim.
Ya Muhammad, jika tiada engkau kekasihku, maka tiada. RahasiaKU sekaliannya padamu.
AAMIIN :Ya Muhammad, engkau ganti Rahasiaku, Allah nama bagi Dzat Tuhan yang qadim.
1. Bismillah 1.
Kepala kita.
2. Arrachmaan 2. Mata kita.
3. Arrachiim 3. Antara kedua mata kita.
4. Alhamdulillah 4. Muka kita.
5. Rabbil’alamin 5. Telinga kanan kita.
6. Arrachman 6. Telinga kiri kita.
7. Arrachim 7. Tangan kanan dan kiri.
8. Malikiyyaumiddin 8. Belakang kita.
9. Iyyakana’budu 9. Kulipak ( kulit ) kita.
10. Waiyyakanasta’in 10. Dada kita.
11. Ihdinasyirotol mustaqim 11. Urat lidah kita.
12. Syirotollazina an’amtaalaihim 12. Pusat kita.
13. Ghoirilmagdhubi alaihim 13. Empedu kita, Hati kita.
14. Waladdollin 14. Hati kura ( paru – paru ) kita.
15. Amin 15. Jantung kita.
2. Arrachmaan 2. Mata kita.
3. Arrachiim 3. Antara kedua mata kita.
4. Alhamdulillah 4. Muka kita.
5. Rabbil’alamin 5. Telinga kanan kita.
6. Arrachman 6. Telinga kiri kita.
7. Arrachim 7. Tangan kanan dan kiri.
8. Malikiyyaumiddin 8. Belakang kita.
9. Iyyakana’budu 9. Kulipak ( kulit ) kita.
10. Waiyyakanasta’in 10. Dada kita.
11. Ihdinasyirotol mustaqim 11. Urat lidah kita.
12. Syirotollazina an’amtaalaihim 12. Pusat kita.
13. Ghoirilmagdhubi alaihim 13. Empedu kita, Hati kita.
14. Waladdollin 14. Hati kura ( paru – paru ) kita.
15. Amin 15. Jantung kita.
1. AL HAMDU = BADAN
2. LILLAHI = ATI
3. ROBBI = NYAWA
4. ‘ALAMIIN = PANGAWASA
5. AR’ROHMAA’NI = NUR CAHYA
6. AR’ROHIIMI = KULIT23
7. MAALIKI = GETIH
8. YAUMID’DIINA = URAT
9. ‘IYYAAKA = DAGING
10. NA’BUDU = ENDAS
11. WA’IYYAKA = UDEL
12. NASTA’IINU = PANGUCAP
|
13. IHDINAS’ = PANGAMBUNG
14. SHIROTHOL’ =PANGRUNGU
15. MUSTAQIIMA = PANGAWERUH
16. SHIROOTOL’ = LILIPA
17. LADZIINA = ADAT
18. AN’AMTA = PARA NABI KANG KAWASA
19. ‘ALAYHIM = PARA WALI NUDUHKEUN DE NING ALLAH
20. GHOERIL’ = PARA SAHID DI JALAN ALLAH
21. MAGHDUUBI = BABALUNG LILIPA
22. ‘ALAYHIM = SUM
SUM
23. WALADZH’DZHOOOL’LIIN = RUPA TARIMA
24. ‘AAMIIN = PANADA DENING ALLAH
|
Jumat, 16 Maret 2018
Jika merasa pintar, terdindinglah engkau dari-Nya.
Al idzatu lillahi walirosuulihi walill mu'miniin.
" Aku yang berbicara tanpa lidah, Aku yang melihat tanpa mata, Aku yang mendengar tanpa telinga, Aku yang meraba tanpa tangan, Aku yang berjalan tanpa kaki..laa ilaha illallah.... ".
Ma'rifat artinya mengenal sesuatu, ma'rifatullah artinya memgenal Allah,
Ada sebagian ulama tasawuf yang berpendapat bahwa ma'rifat itu adalah ketetapan hati/pengetahuan yang sempurna, sehingga menenangkan hati/kedekatan dengan nur ilahi/menerima kebenaran yang haq.
Pendapat saya sendiri,ma'rifat itu adalah kesadaran yang sempurna akan adanya Allah.
Belum dikatakan orang itu sudah ma'rifat jika : Dia masih menganggap Aku atau Aku masih mengganggap Dia.
Apalagi sampai menganggap Aku adalah Dia, Dia adalah Aku.
Karena jika masih ada Aku atau dia masih ada Wujud dua.
Jika ada Dia maka Aku hilang,lebur. jika ada Aku maka Dia hilang, lebur.
Karena Allah ya Allah...
Jika merasa pintar, terdindinglah engkau dari-Nya.
Bagaimana engkau bs merasa rindu, sedangkan engkau merasa dekat....?, bagaimana engkau bs merasa lupa,sedangkan engkau selalu ingat...?, bagaimana engkau bs gelisah, sedangkan engkau selalu bersyukur...?, apakah engkau hendak membohongi Aku... Dengan perkataan mu....jika benar engkau merasa dekat...kau pasti merasakan kasih dan sayang Ku dan amarahku..
Jangan di pikirkan tapi di rasakan.....
Rabu, 14 Maret 2018
HINAAN YANG MEMBAHAGIAKAN
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Alhamdulillahi Robbil alamin.........
Allahumma sholli ala Muhammad
Besok semua mata akan memandang...
" Jalani kehidupan dengan Keyakinan, Kesabaran, dan Keiklasan yg dibalut oleh kesungguhan untuk menggapai Ridho-Nya,
Kasih dan Sayang-Nya akan terus tercurahkan,
Dengan Rahmat-Nya Yang Maha Agung, keselamatan di dunia dan di akhirat dapat diraih.
Damai dan sejahtera,Indah dan Nikmat ada di dalamnya....."
Kesempatan dan Hidayah dari Allah kapan dan di manapun itu pasti ada, namun karena ego, rasa takut dan prasangka buruk,membuat semua itu tertutup dari pandangan,pikiran,hati dan rasa.
Tahukah.... ?,
Apa yang paling mudah di antara yang mudah ?,
Dan Apa yang paling sulit di antara yang sulit ?
( di akhir nanti akan saya buka jawabannya )
PIKIRAN,HATI dan RASA di ciptakan untuk membantu Manusia mengevaluasi,memilih & memilah sinyal informasi dari Tuhan Semesta Alam, baik itu yg positip maupun yang negatip.
Jika kinerja PIKIRAN,HATI dan RASA terlalu berat akan berakibat STRESS, DEPRESI yang kemudian berdampak sulit nya menerima sinyal HIDAYAH dari Tuhan Semesta Alam, JIWA pun mulai gelisah, gundah, galau,dan ketakutan, itulah awal terhijab nya JIWA
jika JIWA sudah mulai terhijab maka jarak antara Manusia & Tuhan akan semakin jauh,
maka KESEMPATAN dan HIDAYAH tertutup, pikiranpun menjadi kosong, sepertinya tidak ada jalan keluar untuk segala masalah yang di hadapi, Hati menjadi hampa sepertinya tidak ada satu pun tindakan yang diyakini dapat berhasil dalam menyelesaikan segala persoalan hidup,selalu bimbang dan ragu.Rasa pun menjadi tak menentu, kemana arah tujuan hidup ?, ( badan panas dingin,makan tak enak,tidur pun tak nyenyak....).sepertinya tidak berguna hidup...Astagfirullah.....
Saya yakin dari sekian banyak pembaca mengalami saat-saat seperti itu,apa dan siapa yang membuat anda kembalikepada keadaan semula walau itu membutuhkan proses yang tidak mudah. Apa dan siapapun itu pada hakekatnya merupakan kehendak Allah,karena Kasih dan Sayang-Nya kepada anda. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun,bagi mereka yang memohon ampunan dari-Nya dengan sungguh-sungguh dan dengan sebenar-benarnya permohonan ampun.
Segala Puja dan Puji Hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, tidak ada satu makhluk pun yang berhak di puji, karena paja dan puji itu hanya milik Allah.
Banyak dari kita yang terjerumus kedalam lembah hina karena puja dan pujian ini,mereka tidak sadar akan hakekat dari puja dan pujian itu.
seorang yang berilmu tinggi di puja dan di puji karena kecerdasannya dalam mempelajari,mengamalkan dan menyampaikan ilmunya,penemuan-penemuanya bermanfaat bagi orang banyak. Dan ada Seorang Pejabat yang di puja dan di puji karena dibawah kepemimpinannya yang adil,sehingga rakyat sejahtera. Ada pula seorang yang ahli Agama yang di puja dan di puji, seorang artis dan banyak lainnya.termasuk kita sendiri yang bukan apa-apa,sering mendapatkan puja dan pujian dari orang lain.
Segala Puja dan Puji Hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam,
Pantaskah kita mendapat puja dan pujian itu...?.
Dialah Allah yang telah menciptakan Lagit dan Bumi beserta apa yang ada di dalam nya.
Bacalah.....bacalah....bacalah......!.
Segala Puja dan Puji Hanya Bagi Allah Tuhan yang telah menciptakan Kamu dari setetes air Mani yang dengan Rahmat,Kasih dan Sayang-Nya,hidup dan tumbuh sempurna sampai saat ini.
Dia mencukupi mu dengan apa-apa yang ada di Bumi dan di langit,
Dia yang memberimu penglihatan sehingga engkau dapat melihat keindahan yang dia tampakkan untuk mu, Dia yang memberimu pendengaran,sehingga engkau dapat mendengarkan suara-suara yang diperdengarkan kapadamu, Dia yang membuatmu dapat berbicara sehingga engkau dapat berkata-kata. Dan banyak lagi nikmat Allah yang sudah kita rasakan sampai saat ini.
Kenapa kita tidak pantas di puji atau mendapat pujian...?.
Karena kita tidak memiliki apa-apa,dan tidak dapat berbuat apa-apa,tanpa Allah yang menggerakan semua anggota tubuh kita.
Jika Allah telah berkehendak untuk melakukan kebaikan atau keburukan melalui kita,maka Allah gerakan tubuh kita untuk melakukan apa yang Dia kehendaki.
Pada hakekatnya semua perbuatan itu adalah perbuatan Allah,
Jika kita berbuat baik, itu karna Allah ingin memberikan kabar gembira kepada hamba-Nya melalui hamba-Nya, Dia hendak menunjukan Kasih dan Sayang-Nya.
Jika kita berbuat jahat, itu karena Allah ingin memberi peringatan kepada hamba-Nya melalui hamba-Nya. Dia hendak menunjukan Kebesaran dan Kekuatan-Nya
Surat Al-Anfal Ayat 17
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ
وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ
اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ
إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
" Maka (yang
sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang
membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar,
tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk
membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang
mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui"
Hakekat Pujian Untuk Manusia
Sesungguhnya segala pujian yang kita dapatkan dari orang lain, itu adalah sebuah " Racun",
Apa itu RACUN..?.Secara umum, racun merupakan zat padat, cair, atau gas, yang dapat mengganggu proses kehidupan sel suatu organisme yang dapat menyebabkan sakit atau mati.
Allah menggunakan " RACUN " untuk menguji keimanan seorang Hamba-Nya yaitu dengan PUJIAN, bisa berupa kata-kata, benda ataupun penghargaan lainnya. Jika PUJIAN itu masuk kedalam Hati dan diterima oleh keimanan yang lemah,maka kita akan terbuai oleh PUJIAN itu,sehingga menjadikan kita orang yang
sombong, lupa diri,merasa diri paling benar,paling mulia,paling hebat
dan lain sebagainya.sehingga mengganggu kehidupan kita yaitu hubungan dengan sesama dan hubungan dengan Allah,maka sudah jelas kita telah terjerumus kedalam
lembah yang di dalamnya kita menjadi orang yang hina di mata Allah Yang
Maha Mulia.
" Lebih baik Hina dihadapan Manusia........Sesungguhnya Allah Maha
Melihat dan Maha Mengetahui Apa yang ada di luar dan didalam Diri
Hambanya-hamba-Nya...."
Agar " RACUN " itu menjadi tawar maka ucapkanlah :
" Segala Puji Hanya Bagi Allah....Aku tidak memiliki daya dan upaya ( untuk berbuat baik maupun jahat ) melainkan dengan daya dan upaya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung....Sesungguhnya apa yang datang dari Allah,maka akan kembali kepada Allah.."
Sesungguhnya segala hinaan yang kita dapatkan dari orang lain, itu merupakan " Pupuk ".
Apa itu PUPUK ?, Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.
Allah
menggunakan " PUPUK " untuk menambah keimanan seorang Hamba-Nya yaitu dengan HINAAN, Jika dengan HINAAN itu seorang Hamba dapat menumbuhkan kesadaran yang sempurna,bahwa betapa rendahnya seorang hamba di hadapan Allah,oleh karena itu Allah menghinakan Hambanya yang beriman di hadapan semua orang," sesungguhnya hanya kepada Allah lah engkau menyembah, dan hanya kepada Allah lah engkau memohon pertolongan.itulah ketaqwaan, yang membuat mu MULIA dihadapan-Nya,.
Sering kita jumpai atau mendengar dari beberapa sumber seorang yang baik,dari kalangan pejabat,artis ,ulama,bahkan tukan bubur yang soleh pun di hina,dicaci,bahkan di fitnah.....tahukah bagaimana akhir cerita nya...?.silahkan lihat di medsos ...hehehe.....
Alhamdulillahi Robbil alamin.........
Allahumma sholli ala Muhammad
Hanya ini saja yang dapat saya bagi...semoga bermanfaat dan dapat di amalkan..agar kita menjadi manusia yang mulia di hadapan makhluk-Nya dan di hadapan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung di dunia dan di akhirat..
" Allahlah yang memudahkan segala sesuatu yang dianggap sulit,
dan Allahlah yang mensulitkan segala sesuatu yang dianggap mudah "
Dialah yang paling Mudah diantara yang mudah
Dialah yang paling sulit diantara yang sulit.
Dialah yang paling dekat diantara yang dekat,
Dialah yang paling jauh diantara yang jauh
Dialah yang Ada, Nyata dan Esa
Wassalamu'alaikum warohmatullahi Wabarokatuh.....
Kamis, 01 Februari 2018
Jika Menghendaki Ma'rifat Kepada Allah, Harus Tahu Diri
MENGENAL DIRI
Sabda Rasulullah
s.a.w. : MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA RABBAHU.
Artinya: Barang siapa
mengenal dirinya,niscaya mengenal akan Tuhannya.
Jadi
sebelum mengenal Tuhan, kenallah diri. Perjalanan itu kita mulai dari dalam
diri kita sendiri, dari dalam terus kedalam, akhirnya serba alam dan
keindahannya dan dengan keganjilannya : hanyalah sebagai pencari diri.
Alam
ini penuh dengan rahasia-rahasia yang tersembunyi. Rahasia itu tertutup oleh
dinding-dinding, dinding- dinding itu ialah hawa nafsu kita sendiri, atau yang
disebut nafsu kita sendiri, atau disebut pula nafsu saiton, atau dengan kata
lain ialah : nafsu lawammah atau nafsu sawiyah atau nafsu yang batal/agiar.
Dinding-dinding itu mungkin tersimbah dan terbuka, asal kita sudi menempuh
jalannya, jalannya ialah : jalan yang ditempuh oleh orang arif, dan mau
mengurangi sedikit dari hawa nafsu kebendaan. Dan sanggup menyisihkan segala
halangan dan rintangan yang hendak menggagalkan niat kita yang baik itu. Jadi
yang hendak kita kenal ini bukanlah diri yang kasar ini. Tetapi diri yang
bersifat ketuhanan.
Diri kita ini ada dua
unsur :
Pertama
unsur jasad atau badan kasar.
Kedua
unsur Ruh atau badan latif.
Ruh
itu erat sekali pertaliannya dengan Tuhan. Memang sudah hamba katakan dahulu
bahwa RUH itu adalah suatu Rahasia yang amat pelit sekali. Jadi yang sebenar
–benar Ruh itu Nur Muhammad.
Jadi
yang sebenar-benar Nur Muhammad itu Sifat. Sebenar-benar sifat itu ialah Zat. Jadi
Zat itu Zat Hayat,bukan Zat Hayun. Jadi Allah adalah nama Zat, dan Muhammad
nama Sifat.
Zat
dan Sifat itu tiada bersatu dan tiada bercerai.
Sekarang
marilah kita teruskan untuk mengenal diri dan mengenal Tuhan Allah Azzawazalla.
WA
NANKAANAFI HADJIHI AMA FAHUWA FIL AKHIRATI A’MA WA‘ADHOLLU SABBILA, artinya :
Barang siapa buta dalam dunia ini, niscaya buta juga di akhirat sesat di jalan.
Seratus
dua puluh empat ribu nabi-nabi ditutus Tuhan kedalam dunia ini, adalah untuk
mengajar dan memimpin umat manusia, untuk cara-cara membersihkan bathin atau
qalbu, supaya dapat ma’rifat dan mengenal Allah. Tujuan utama ialah : agar
memperoleh kebahagiaan jiwa, dan ketenangan bathin. Karena yang sebenar-benar
Kaya itu ialah kebahagiaan jiwa dan kebersihan hati.
Inilah
tujuan utama bagi alat jiwa manusia ini. Inti daripada segala kebahagiaan itu
ialah : Ma’rifatullah. Jadi siapa yang sudah Ma’rifat itulah sorga dunia dan
sorga akhirat nanti. Dan siapa belum/masih terdinding itulah neraka dunia dan
neraka akhirat nanti.
Jadi
barang siap tidak ada hasrat memiliki
ilmu ini maka samalah ia makan nasi bercampur pasir. Ma’rifat itu adalah suatu
amanah dari tuhan yang wajib kita tuntut dan kita tuju.
SEBELUM
MENGENAL TUHAN, KENALLAH DIRI.
MENGENAL DIRI :
Diri itu ada dua unsur :
1.
Diri
jahir berupa jasad.
2.
Diri
bathin berupa Ruh.
Dan diri itu dapat pula dibagi
atas 3 unsur :
1.
Diri
yang Hak. (diri yang sebenarnya)
2.
Diri
terperi. (Muhammad)
3.
Diri
terdiri. (Adam).
Dan Ruh itu ada tiga Martabat :
1.
Ruh
idhofi (nafas yang keluar masuk)
2.
Ruh
mukayyat (yang mengedari/yang bergerak keseluruh tubuh)
3.
Ruh
mutlak (yang tetap pada tempatnya)
Dan Zat itu ada tiga Asma :
1.
ZAT
illahiyah
2.
ZAT
masbiyah
3.
ZAT
addahiyah.
Dan diri jahir ada dua unsur bahagi
pula :
1.
Jasad
yang mengandung Ruh.
2.
Ruh
yang mengandung Jasad.
Dan diri kita ini mengandung dua
aspek.
1.
Diri
yang bersifat ketuhanan (lahud)
2.
Diri
yang mengandung kehambaan (nasud)
Dan dalam diri kita ini
mengandung tiga Rahasia.
1.
Rasa
yang Hak (rasa tuhan)
2.
Rasa
Muhammad (Nur Muhammad)
3.
Rasa
Adam (rasa yang tercela).
Dan didalam diri kita ini ada
suatu perbendaharaan yang tersembunyi : disitu ada mahligai. Didalam mahligai
itu ada alat yang halus ada yang kasar. Kesemuanya itu adalah berupa amanah
tuhan dan suatu titipan Tuhan kepada hambanya. Amanah itu ialah suatu titipan
Ruh dan itulah yang wajib kita pelihara dan kita jaga kemurniaannya. Ruh inilah
yang sanggup mengenal Tuhannya. Dan yang sanggup melaksanakan sebagai khalifah
di dalam bumi ini.
Apakah alat yang halus dan kasar
itu tadi?,
Sekarang marilah kita uraikan
satu persatunya.
Adapun diri kita ini ada dua
unsur/macam.
Pertama
diri jahir berupa jasad.
Batang tubuh dengan
kelengkapannya seperti ; kaki,tangan,mata hidung,mulut telinga,dan lainnya.
Serta dalam tubuh ini ada Ruh,hati,akal dan nafsu. Yang kesemuanya itu
tergolong alam yang disebut alam sagir (alam kecil).Yang kesemuanya itu terjadi
dari unsur2 api,angin,air dan tanah/bumi. Inilah yang disebut laksana kuda
tunggangan yang menjadi alat bagi hakikat Roh itulah sebagai penunggangnya.
Kedua
diri bathin yang berujud qalbu atau Ruh.
Bukannya ber-ujud benda dalam
tubuh, dan dia tidak akan binasa untuk selamanya. Dialah yang sanggup
memerintah jasad, dialah yang mampu mengenal Allah. Dialah Raja kuasa. Ruh itu
raja kuasa dan sanggup mengenal Allah.
Apakah sebabnya dikatakan raja kuasa?, Sebabnya ialah kerena ruh itu
adalah yang menjadi tempat majhor
kenyataan terang benderangnya sifat-sifat
Allah. Ruh Muhammad itulah/adalah dari NUR menyata. Itulah yang
dikatakan cahaya yang cerlang cemerlang yang tiada harapan : Tuhan bertajali
kepadanya. Sebab sifat sifat Allah itu ada pada ZATnya. Maka apabila kita
mendakwa kepada Ruh, maka haruslah ditembuskan pandangan kita kepada Sifat dan
Zat Allah.supaya tidak terdinding lagi kepada Allah.
Kalau kita terhenti kepada ruh
itu saja, tidak kita teruskan kepada Allah, maka kita terdinding kepada Allah.
Kalau masih betah berdiam kepada Muhammad, ber-arti belum kembali atau belum
pulang landas kepangkalannya. Kalau sudah pernah tinggal landas inilah yang
dikatakan orang yang bergembira setiap saat. Sedangkan Rasulullah sendiri
sebagai asal usul segala kejadian,toh beliau pulang kembali
kepangkalannya,apalagi kita ini.
" Jangan dipikirkan, tapi dirasakan........"
Kamis, 27 September 2012
Nama merupakan Amanah untuk Diri sejati.
Nama merupakan Amanah untuk Diri sejati.
Ketahuilah kita ada/diciptakan/diturunkan/ dilahirkan
di dunia ini untuk menjalankan amanah dari Orang Tua yang pada
hakikatnya dari Tuhan Yang Maha Esa ( seperti halnya Tuhan memberikan
amanah pada manusia pertama dengan sebutan "Adam" ).apakah amanah itu
?,itu adalah sebuah nama. Contohnya Aku diberi nama Suherman
Aku = yang diberi Amanah sebuah nama.
Suherman = sebuah rahasia didalam rahasia
"Adam" mengetahui semua rahasia Tuhan, contoh : seperti nama2 tumbuhan,binatang2 dll.yang malaikat pun tdk mengetahuinya.
pada dasarnya bukan "Adam" yang mengetahui semua itu, namun "Dia" yang di beri nama "Adam".
Coba renungkan ini...!. Aku bukan "...(nama Anda)... ",tapi Aku adalah yang di berinama "... nama Anda.... ". Temukan jati diri mu yang sebenarnya..!.Agar kamu bisa menjalankan Amanahmu dengan baik dan benar.selamat di dunia dan Akhirat....Amin.....
Aku = yang diberi Amanah sebuah nama.
Suherman = sebuah rahasia didalam rahasia
"Adam" mengetahui semua rahasia Tuhan, contoh : seperti nama2 tumbuhan,binatang2 dll.yang malaikat pun tdk mengetahuinya.
pada dasarnya bukan "Adam" yang mengetahui semua itu, namun "Dia" yang di beri nama "Adam".
Coba renungkan ini...!. Aku bukan "...(nama Anda)... ",tapi Aku adalah yang di berinama "... nama Anda.... ". Temukan jati diri mu yang sebenarnya..!.Agar kamu bisa menjalankan Amanahmu dengan baik dan benar.selamat di dunia dan Akhirat....Amin.....
Sabtu, 21 Januari 2012
Tafsir Surat Al-Fatihah Bagian I
Sebelumnya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah mohon dibenarkan/diluruskan.
Tafsir Al-Fatihah ini berdasarkan Thorekat Haq Maliyah.
Tafsir Al-Fatihah ini berdasarkan Thorekat Haq Maliyah.
Tafsir Surat Al-Fatihah
Suat Al-Fatihah diturunkan di Mekah sebanyak 7 ayat,25 kalimat 142 huruf.
1. Bismillahir rahmaanir rahiim
2. Alhamdulillahi Robbil Alamin
“ Segala puji bagi Tuhan seru sekalian Alam.”
Saudaraku yang kami hormati, diatas telah disebutkan bahwasanya segala puji itu bagi Tuhan seru sekalian Alam. Karena itulah umat manusia tidak haq untuk dipuji juga tidak ada haq untuk memuji. Jadi yang berhak dipuji dan memuji hanya Allah S.W.T.
Memang pada umumnya manusia diatas permukaan Bumi ini gemar sekali terhadap apa yang dinamakan puji-memuji itu. Tetapi banyak banyak dari mereka yang tidak sadar akan perubahan yang terjadi pada dirinya itu.
Karena puji-pujian tadi mereka merasa bangga, merasa lebih pintar dari orang lain, lebih berani dan sebagainya, menurut puji-pujian yang mereka terima atau dengar.
Karena pada hakekatnya adalah apabila kita memuji kepada sesorang atau suatu kaum, maka orang itu atau kaum itu , bukanya pujian yang baik melainkan adalah racun yang kita berikan, sebaliknyapun yang terjadi pada diri kita apabila kita dipuji atau mendapat pujiandari sesama umat manusia.
Oleh karena itu kami hanya dapan sekedar memberikan pangdangan-pandangan pada saudara-saudara sekalian, semoga Tuhan Yang Maha Esa Melindungi, menjauhi dan dihindarinya kita dari segala puji-pujian, Amiiin...
Mudah-mudahan dengan hikmah tafsir Al-Fatihah ini kita sama-sama mendapatkan hidayah dan taufiq dari Allah S.W.T. untuk tidak memberikan atau mengobral pujian terhadap sesama manusia. Seperti ada suatu kata dalam hadist Addarul Husni : “ Ahiisu fi afwamil madda khuyyita turob..” Artinya : Hamburkanlah oleh kamu pasir kepada mulut orang-orang yang suka memuji orang.
Pendapat kami dalam hal ini “ bagi umat manusia lebih di hina, dari pada dipuji, karena dihinanya diri kita anggap saja sebagai “ pupuk alam “ sebagai perumpamaan ialah pohon buah-buahan, apabila ia banyak mendapatkan pupuk maka hasilnya bertambah baik, pohonnya tambah subur berbuah dst.
Saudara-saudaraku yang kami hormati .
Bagi umat manusiapun kami rasa demikian, barang siapa yang ingin atau gemar dipuji-puji dan atau sangat mengharapkan pujian dari sesama umat manusia maka mereka itu termasuk kepada orang-oang yang sangat merugi, yakni bilamana mereka itu bodoh, maka tetap ada di dalam kebodohannya, dan bilamana mereka itu susah, maka tetaplah mereka itu di dalam kesusahannya. Begitu juga bilamana mereka pintar, berani dst, maka mereka akan menjadi sombong, bangga diri, merasa lebih dari orang lain, takabur, dst. karena itu tidak akan ada manfaat dan menolong mereka apa yang mereka banggakan dari kepintaran, keberanian,dst. tersebut dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Itu semua akibat puji-pujian tadi yang telah menjadikan mereka itu bangga terhadap dirinya sendiri sehingga kalau mereka hendak bertanyapada seseorang makamereka merasa malu dan merasa hina dirinya, karena itu dia tidak dapat lagi berbuat apa-apa.
Dalam hal ini banyak sekali contoh-contoh yang berjalan dan telah lalu akibat dari pujian itu sendiri. Pada suatu hari orang yang gemar dipuji mendapatkan kemiskinan dan kekurangan, ia malu untuk meminta pertolongan.
Banyak pemimpin negaa kita yang ambruk, gugur dan hilang kewibawaannya karena puji-pujian dari bawahannya. Fir’aun dalam zaman nabi Musa juga hancur karena gemar dan senang akan pujian hingga ia lupa akan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu marilah kita ambil hikmah dari kejadian-kejadian diatas agar kita tidak terbuai oleh adanya puji-pujian itu. dan Mudah-mudahan pada pemimpin-pemimpin kita yang sedang melaksanakan amanat penderitaan rakyat dapat terbuka hatinya dan lebih peka lagi pada kemakmuran negara dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat hidup bahagia.
Dengan kita mengambil hikmah dari pada kejadian yang telah lalu maka kita secara langsung dan tidak langsung kita telah mendapatkan suatu ilmu lagi yaitu kita telah dapat pelajaran dan pengetahuan, mudah-mudahan dengan dorongan pengetahuan maka kitapun barulah dapat melaksanakan ilmu ( mengamalkan ) karena bilaman sudah datang suatu ilmu pada seseorang atau suatu kaum dan ia tidak mengamalkannya, maka mereka tahu akan mendapatkan azab. Seperti telah berkata Ibnu Ruslan Koddasallahusirrahu : “ Fa alimun bi’ilmihi lam yu’malan mu’adzabun min qobli ‘ubadil wasan...”. Artinya : Maka orang alim yakni orang-orang yang sudah mengetahui tidak diamalkan atas pengetahuannya itu, maka disiksa akan mereka itu dahulu daripada kafir yang menyembah berhala.
Dan tidak manfaat ilmu melainkan dengan amal, dan tidak syah amal kecual dengan ilmu.
“ Al-Ilmu bighoiri amalin dzahaban kabir, wal’amalu bighoiri ilmin dolalan syadid.”
Artinya : bermula ilmu tidak dengan amal itu dosa yang amat besar dan bermula amal tidak dengan ilmu itu sesat yang amat sangat.
“ Wal amalu ma’al ilmi nuurun’ala nuurin fatuuba lilladziina ala hudaini “
Artinya : Dan berbuatlah amal serta dengan ilmu itu bercahaya diatas cahaya maka seyogyanyalah bagi mereka itu yang mempunyai akal itu ada dua ilmu pekerjaan yakni ilmu dengan amal itu jalan yang menyampaikan kepada ilmu LADUNI.
Firman Allah Ta’ala :
“ Wattaqullaaha wayu’alimukumullaahu..”.
Artinya : Dan takutlah kamu akan Allah ta’ala, yakni amalkan dan kerjakan oleh kamu akan atas segala perintahnya dan jauhkanlah serta tinggalkanlah atas segala larangannya, niscaya menganugrahi Allah ta’ala pada sir hati hambanya dengan tidak mengaji dan tidak belaja pada mahkluk.
Asah-Asih-Asuh adalah 3 ilmu yang wajib diamalkan bagi umat manusia yang beragama Islam khususnya dan yang beragama lain umumnya, agar kita sebagai umat manusia dapat mendalami Keselamatan-Ketenangan-Ketentraman serta Kesejahteraan seperti juga istilahnya bahasa sunda Repeh-Rapih.
Untuk seluruh umat manusia di wajibkab atas mereka menuntut ilmuyang tak lain adalah mengharapkan pujian-Nya.
Pembagian pujian atas 4 tingkatan :
1. Puji hadist alal hadist, yakni yang Puji bahru atas yang bahru
2. Puji hadist alal Qodim, yakni Puji yang bahru atas yang qodim
3. Puji Qodim alal Qodim,yakni Puji yang Qodim atas yang Qodim
4. Puji Qodim alal hadist, yakni Puji yang Qodim atas yang bahru
Keterangan :
Puji hadist alal hadist ialah seperti membaca ayat-ayat kalimat Qur’an, mengucapkannya baharu sedangkan tulisannyapun bahru yang dapat dibuat oleh manusia.
Puji hadist alal Qodim ialah seperti yang lazim memujikan Tuhan Yang Maha Esa atas kebesaran dan kemurahannya Tuhan dansebagainya. Maka puji yang ini adalah yang lazim diamalkan oleh sekalian ahli Fiqih, yakni ilmu syare’at.
Puji Qodim alal Qodim ialah puji Allah ta’ala memuji atas Allah ta’ala, maka puji ketingkat ketiga inilah amalannya atau pekerjaannya umat manusia yang telah ilmunya Wali-wali Allah, karena selain dari pada Nabi-nabi yang telah dapat Ma’rifat-nyalah sekalian Wali-wali Allah serta sekalian penganutnya yang dapat mengamalkan Puji Qodim Alal Qodim ini, yaitu yang dapat dilakukan pada shalat patul Mutlaq yang wajib atas mereka.
Puji Qodim alal hadist ialah puji Allah ta’ala memuji atas yang bahru, yakni bilamana Tuhan seru sekalian alam telah menunjukan atau memperlihatkan sifat-Nya akan yang bahru adalah suatu cahaya yang terang benderang, yang tidak ada seumpamanya terangnya, yakni yang dinamakan JOHAR AWAL, seperti sebagaimana Tuhan telah memperlihatkan sifatnya akan Rosulullah S.A.W da akan Aulianya Allah serta kapada sekalian penganutnya. Ilmu inilah yang penting dicari oleh umat manusia yang beragama, karena dengan ilmu inilah barulah kita yakin serta dapat memenuhi atas kalimat : “INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJI’UN ” : Bahwasanya bagi Allah ta’ala dan kepadanya mereka kembali. Yakni asal dari pada Allah ta’ala kembali pada Allah ta’ala. Ialah bagi sekalian umat manusia itu asal dari pada cahaya harus kembali kepada cahaya semulayang terang benderangialah sifatullah yang dinamakan JOHAR AWAL , benihnya dari pada tujuh petala Langit dan tujun petala Bumi serta isi keduanya.
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh... Alhamdulillahi Robbil alamin......... Allahumma sholli ala Muhammad Sekarang d...
-
MENGENAL DIRI Sabda Rasulullah s.a.w. : MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA RABBAHU. Artinya: Barang siapa mengenal dirinya,niscaya mengen...




